Kehidupanku yang Menyenangkan Chapter 5
Aku itu orangnya sedikit
peka dengan masalah yang aku hadapi, aku bisa tahu apa yang dipikirkan orang
tentangku. Bisa dibilang interpersonalku lumayan tinggi sehingga bisa
memperkirakan apa yang difikirkan seseorang terhadapku.
Akupun mengechatnya seperti ini,
“jangan itu lah”
dan entah kenapa dia
merespons,
“kamu tahu darimana?”
Seolah-olah dia
menceritakannya ke orang lain dan dia bilang ke orang itu untuk tidak
memberitahukannya kepada orang lain. Aku pun kembali menjawab,
“engga aku cuman nebak doang,
kamu punya pacar ya ?”
lalu dia menjawab,
“iyaa, maaf yaa”
akupun menjawab,
“gapapa koo, selama kamu senang aku tetap
senang”
Hari demi hari dilewati tanpa mengechat dan berkomunikasi
dengan dia, aku biasa saja pada awal-awal tapi sudah beberapa bulan terlewati
mulai kekangenan muncul. Mulai memikirkan pertama kali aku berbicara dengannya,
pertama kali chatan, semuanya yang serba pertama kali. Lama-lama kesedihanku
muncul dan membuatku ingin mengechatnya.
Tak lama dari itu, dia putus dengan pacarnya, akupun
sempat berfikir dua kali untuk mendekatinya. Hmmm apa yang harus ku lakukan,
semuanya makin sulit untuk dihadapi. Akhirnya akupun mencoba untuk
mendekatinya, dia pun merespon dan meminta maaf karena kejadian waktu itu, yaa
akupun ga terlalu memikirkannya sih karena semuanya sudah terlewati, sekarang
jalani saja.
Kami pun menjalaninya lagi walaupun ada sedikit yang
kurang tapi aku tetap saja menyukainya, aku ingin selalu membahagiakannya dan
ada kejadian yang parah kembali. Kami baru saja mengobrol banyak dan seperti kami
akan jadian, tapi, kejadiannya kembali terjadi. Dia hanya membaca saja chatku.
Aku langsung berfikir, apa yang aku lakukan hari ini, apa ada yang salah dengan
kelakuanku. Akupun merasa tidak ada yang salah dengan kelakuanku hari ini.
Didalam hati aku berkata “pliss jangan itu lagi, kami atau mungkin aku sangat
bahagia hari ini, jangan biarkan kejadiannya kembali lagi”. Yaa tidak ada
kemungkinan lain selain kemungkinan terburuk tadi, dia kembali berpacaran.
Anehnya aku tidak menangis seperti waktu itu, sekarang aku merasa seperti
dejavu saja, tapi menyakitkan tapi tidak sampai membuatku menangis seperti
waktu itu.
Akupun berkata dalam diriku sendiri bahwa aku tidak akan
mendekatinya lagi “as long as she happy, I’m also happy” itu seloganku dulu.
Asal kalian tahu, semuanya tidak berakhir disana hahaha, dia putus lagi setelah
beberapa bulan dan aku mendekatinya lagi. Yaa yang aku ingat kejadian seperti
ini terulang 3 kali dan semuanya pada saat aku kelas 3. Sekarang aku sudah
melepaskan diri darinya, sudah bertahun-tahun lamanya, dan aku melupakannya. Aku
tidak ingin mengingatnya karena sekarang aku punya yang lebih darinya J.
Karena disekolahku kelas pertahun itu berganti-ganti tiap
kenaikan, aku pun...
original by Raja Pasha A.Z.F.S.
Komentar
Posting Komentar