Kehidupanku yang Menyenangkan Chapter 8
Masa SMA pun datang, aku memulainya
dengan menggunakan topeng kesukaanku seperti biasa. Karena orang lain tidak
akan pernah bisa mengerti, memaklumi, dan mungkin memaafkan aku dengan sifat
asliku. Semua berawal pada hari pertama aku disekolah, karena aku orang yang
introvert, aku tidak bisa mengawali pembicaraan jadi aku hanya diam saja dan
jujur aku suka sekali dengan ketenangan. Semakin aku tenang semakin aku bisa
focus dalam menjalani suatu pekerjaan. Jika aku melakukan suatu pekerjaan, aku
tidak akan banyak berbicara sampai pekerjaanya selesai. Karena aku berfikir
bahwa dengan banyak berbicara akan menghambat dan memperlama pekerjaanku,
tentunya ini jika aku bekerja sendiri, jika berkelompok kita harus menjalin
komunikasi dengan sesame agar pekerjaan bisa diselesaikan dengan mudah.
Aku membawa fikiran yang buruk,
karena aku dari SMP yang terbaik akupun merasa bahwa datang ke sekolah swasta
ini adalah hal yang memalukan dan buruk. Aku belum belajar apa pentingnya dari
rasa bersyukur. Aku sampai di sekolah tersebut dan datang ke kelas yang sudah
ditentukan. Aku pintar sekali mengobservasi sesuatu, jadi kebiasaaku adalah
melihat sekitar dan mempelajarinya. Aku mempelajari akan jadi kelas seperi apa,
berapa banyak orang yang terlihat pintar dan berapa banyak orang yang terlihat
berandalan. Tentu hal itu hanya perkiraan saja jadi ini adalah gambaran
kedepannya.
Pertama kali aku melihat kelasnya,
aku berfikir ini akan menjadi kelas yang ribut karena banyak sekali orang yang
terlihat berandalan. Aku sudah befikiran bahwa aku tidak akan betah di kelas
ini. Menjalani hari demi hari, melihat dan mengobservasi, akhirnya aku membuat
kesimpulan bahwa kelas ini akan menjadi kelas yang terkenal, baik terkenal
dengan keaktifannya maupun terkenal dengan pembuat masalahnya. Banyak
kepribadian yang akan membuatku kesal dan ini adalah hal yang buruk.
Tapi ternyata saat pembagian kelas
yang sebenarnya aku tidak di kelas itu, aku pun pindah ke kelas yang baru. Disana
aku merasa terlalu banyak orang yang pintar, akan menjadi kelas yang terlalu
banyak berdebat. Akan sangat menjengkelkan juga, tapi apa boleh buat aku hanya
mengikuti alur saja.
Karena aku
masuk SMA swasta yang notabenenya menurut aku itu sedikit kurang baik jadi aku
sedikit meremehkan mereka. Sikap tersalah yang aku miliki saat itu adalah
meremehkan orang lain. Aku menjalani hari-hari ku dengan fikiran bahwa aku ada
diatas mereka semua, semuanya makin salah sampai dilaksanakannya ujian tengah
semester, aku melaksanakannya sekuat tenaga tapi aku malas belajar. Nilaiku
jadi jelek dan aku menduduki peringkat ke 18 dari 36 orang. Padahal aku yakin
akan masuk 10 besar, tapi aku terlalu meremehkan teman-temanku yang ada
dikelasku.
original by Raja Pasha A.Z.F.S.
Komentar
Posting Komentar